Search This Blog

Home

My photo
Naturalist
Naturalist adalah lembaga semi otonom (LSO) dari CSSMoRA UIN Sunan Ampel Surabaya yang mempublikasi berita terkini dan karya-karya anggotanya
View my complete profile

Recent in Technology

Terobosan Revolusioner: MeSPi Menarik Banyak Antusiasme Calon Mahasantri 2024

 

Pembukaan program MeSPi CSSMoRA Nasional

NaturalistNews - Mentoring Santri Berprestasi atau yang dikenal dengan MeSPi ini merupakan program baru yang dijalankan oleh CSSMoRA Nasional dengan tujuan untuk memberikan solusi revolusioner guna menjembatani para calon pendaftar Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2024. Program MeSPi ini merupakan bentuk implementasi dari ide keanggotaan CSSMoRA Nasional dan dijalankan dibawah naungan departemen P3M (Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat). “Program kerja ini sebenarnya sudah ada sejak lama, namun belum sempat terlaksana. Sosialisasi sebelumnya hanya berupa webinar saja tanpa adanya program mentoring yang terstruktur”, ungkap Kepala Departemen P3M nasional. Program mentoring ini dilaksanakan untuk mempermudah calon pendaftar PBSB dalam mengikuti serangkaian tahapan dalam proses pendaftaran, pemberkasan, hingga serangkaian tahapan tes kelulusan PBSB.

Pelaksanaan program ini pertama kali dilakukan pada 17 Maret 2024, dengan pengenalan dasar dan penjelasan umum terkait pelaksanaan program mentoring pada tahap-tahap selanjutnya. Sekitar lebih dari 700 peserta yang terdiri dari masing-masing peserta maupun perwakilan pondok pesantren dari sabang sampai merauke, mengikuti program mentoring ini secara antusias. Antusiasme yang begitu besar pada pertemuan perdana ini cukup memberikan feedback yang baik bagi panitia maupun mahasantri lainnya. Peserta bukan hanya berasal dari kelas 12, namun juga dari beberapa lulusan S1 yang ingin melanjutkan ke jenjang S2 melalui PBSB. Kepala Departemen P3M juga mengungkapkan bahwa sasaran peserta dari program ini dilakukan secara menyuluruh di seluruh daerah yang ada di Indonesia, “Untuk sasaran peserta kami buat menyuluruh dan sebanyak-banyak nya. Namun, beberapa daerah juga berada diluar pendataan kami, seperti daerah Papua”.

Program mentoring ini, berbentuk diskusi dengan mendatangkan pemateri atau narasumber dari keanggotaan CSSMoRA. Untuk pelaksanaan mentoring pertama berjalan baik, dengan Kak Sofyan Hadi sebagai pemateri. “Untuk sementara, pelaksanaan mentoring selanjutnya, akan tetap diisi oleh anggota CSSMoRA sendiri, menurut rapat panitia. Jika kemungkinan peserta membutuhkan sesi yang bersifat me-motivasi santri,  mungkin baru kita akan mendatangkan alumni-alumni PBSB”, ujar KaDep P3M tersebut. Mentoring ini dilaksanakan mulai dari pengenalan PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi), dari pendaftaran, hingga pada petunjuk-petunjuk teknis di tahap tes selanjutnya.

Pembentukan panitia program MeSPi berasal dari keanggotaan seluruh CSSMoRA yang terbentuk melalui sistem tunjuk. Pembentukan panitia tidak dilakukan melalui Oprec (Open Recruitment) karena menimbang program ini masih baru dilaksanakan. Keanggotaan ini terdiri dari seluruh anggota P3M nasional, dan anggota aktif CSSMoRA lainnya, baik dari Regional I, II, III, IV, dan V. “Sebenarnya kami ingin membuka oprec untuk pembentukan panitia MeSPi ini, namun karena program ini masih cukup baru, sehingga kami memutuskan untuk membentuk panitia melalui sistem tunjuk”, jelas KaDep P3M di sela-sela wawancara. 

Berjalannya program baru ini, diharapkan calon pendaftar PBSB tahun 2024 tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti seluruh rangkaian dan tahapan-tahapan PBSB. “MeSPi ini program yang sangat membantu calon mahasantri, karena program ini juga dibuka secara umum dan keseluruhan, bukan hanya berfokus pada santri-santri yang masih berada di pondok pesantren”, ujar Ajeng Dwi Lestari, anggota aktif CSSMoRA UIN Sunan Ampel yang merangkap sebagai panitia MeSPi 2024. Pelaksanaan Mentoring ke-2 MeSPi ini akan dilakukan secara berkala setelah Kemenag (Kementrian Agama) membuka Program Beasiswa Santri Berprestasi di tahun 2024 ini.


Reporter: Agustina Lathifatul Mutmainnah

Kontributor: Sumiati dan Safira Hafiza Zahwa


Post a Comment

0 Comments