Oleh: Melia Dyah Ayu Rika Sari
Chritical
Thinking atau berfikir kritis adalah sebuah kemampuan untuk bisa berpikir
lebih jernih dan lebih rasional terhadap apa yang harus dilakukan maupun
terhadap apa yang harus dipercaya. Istilah ini mulai saya temui dan benar-benar
saya terapkan ketika saya harus dituntut sebagai seorang mahasiswi untuk lebih
peka dan kritis dalam setiap informasi yang saya terima dan yang saya dapat
dalam beberapa kesempatan. Jika kita memahami definisi atau pengertian dari chritical
thinking diatas maupun ketika kita mendengar istilah (berfikir kritis)
sudah tentu kebanyakan kesan pertama yang akan diterima adalah kesan baik, dan
keren. Namun pada kenyataannya, ketika dewasa ini masih banyak lingkungan di
sekitar kita yang belum bisa mendukung untuk kita berfikir kritis.
Dalam
prosesnya, berfikir kritis sendiri akan membuat kita menjadi lebih ingin tau
terhadap suatu permasalahan atau informasi yang belum kita fahami dengan baik.
Dengan berfikir kritis akan menuntut kita untuk bertanya lebih banyak dan
memiliki rasa ingin tau yang lebih, namun dalam permasalahan tersebut tidak
serta merta setiap lingkungan dapat menerimanya dengan baik. Seringkali sebagian dari kita menganggap
orang yang banyak bertanya adalah orang yang ribet, ingin mencari perhatian, kurang
sopan dan sok pinter. Padahal apabila kita fahami lebih mendalam bahwasannya
pertanyaan timbul karena ketidaktahuan dan ketidaktahuan seseorang, sehingga
pertanyaan diajukan untuk memperjelas hal yang belum difahami seseorang dengan
baik secara keseluruhan.
Chritical Thinking atau berfikir kritis adalah sebuah
proses, proses kita untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi secara keseluruhan
setiap informasi yang kita dapat, serta pemahaman maupun keputusan yang akan
kita ambil. Lalu perlu nggak sih untuk kita berfikir kritis? menurut saya perlu
sekali, karena dengan berfikir kritis kita dapat memutuskan sesuatu yang
benar-benar keputusan itu timbul dari diri kita sendiri. Selain itu dengan
berfikir kritis kita dapat lebih percaya diri dengan opini, pendapat maupun
keputusan yang kita ambil setelah kita melakukan identifikasi, evaluasi, serta
observasi sebelum mempercayai suatu informasi maupun memutuskan suatu
permasalahan. Dengan chritical thinking, dapat juga membuat pribadi kita
dapat menerima sesuatu dengan pemikiran yang lebih terbuka atau open minded
dengan argumen maupun ide-ide lain yang juga valid. Dan yang terakhir dengan chritical
thinking ini dapat membantu kita untuk terhindar dari manipulasi media di internet
karena ketika kita mendapatkan suatu informasi kita bisa langsung
mengidentifikasi kebenaran informasi tersebut.
Untuk
dapat berfikir kritis tentunya membutuhkan latihan, hal tersebut dapat kita
mulai dengan berfikir secara objektif dan berfikir secara terbuka terhadap
informasi maupun permasalahan yang kita terima, mengidentifikasi argumen maupun
informasi terkait yang kita dapatkan dari berbagai media, lalu setelah kita
mengidentifikasi kita perlu untuk mengevaluasi atau melakukan pengecekan kembali
apakah argumen yang kita terima sudah valid atau sudah sesuai dan rill
kebenarannya. Selain itu, menurut Jordan Peterson seorang psikolog
klinik dan profesor psikologi di Universitas Toronto, Canada mengatakan bahwa salah
satu cara untuk dapat berfikir kritis adalah dengan cara menulis karena dengan
menulis akan menuntut otak kita untuk berfikir secara sistematis, bagaimana
memilah serta memilih informasi mana yang dibutuhkan dan mana yang lebih relevan.
Dimana dari hal tersebut secara perlahan nantinya akan melatih serta menjadikan
otak kita untuk berfikir secara kritis. Dari penjelasan diatas dapat
kita fahami bahwasannya kebutuhan berfikir kritis di tengah-tengah era
globalisasi seperti sekarang ini, dimana segala sumber informasi yang simpang
siur kebenarannya terus tersebar dimana-mana dengan cepatnya dan dikonsumsi
secara bebas oleh masyarakat. Dari permasalahan tersebut chritical thinking
sangat dibutuhkan, karena dengan chritical thinking dapat menjadi filter
bagi diri kita ketika menerima dan mengonsumsi setiap informasi yang kita
terima dari berbagai media.
0 Comments